tak berani ku lihat sekelilingku hanya lembaran papan kaca yang mampu kupandangi. dalam pandangan itu terdapat rasa kepedulian yang mendalam,
saat kulihat tiga anak perempuan berdiri di tengah banyak orang yang terlihat suntuk dan kelelahan. wajah anak bangsa yang seharusnya berada di bangku sekolah menengah, yang seharusnya sedang semangat menuntut ilmu kini berada di sebuah bis yang melaju kencang di jalan tol . sambil memegang gitar kecil di iringi suara anak2 yang beranjak dewasa mereka mulai menyanyikan sebuah lagu..
Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
***********
tak kuasa aku menahan alir air mataku yang sejak lama sengaja aku tahan agar tidak membasahi mataku. dalam hatiku bertanya mengapa air mataku tak dapat ku tahan saat ku melihat saudaraku sebangsa setanah air bahkan mereka jauh lebih mudah dari ku menahan kerasx perjalanan hidup yang smestinya blum waktunya mereka lakukan...
aku berpikir apakah ini yang di maksud dengan rasa kepedulian sosial ataukah hanya sebuah realita belaka... tapi apapun itu yang pasti aku merasa sedih dengan apa yang mereka alami dan apa yang sedang dialami oleh bangsaku ini... siapa pembuat skenario, siapa penanggung jawab, siapa yang akan berkorban dan siapa pula yang akan jadi korban.. seandainya tanah dan air disa bicara pasti mereka lebih tau akan jawabannya.. manusia telah buta hanya mengedepankan ego belaka tanpa memandang nasip saudaranya... manusia juga tuli dimana tak penah mendengar kesulitan saudaranya.. dan manusia pun lumpuh yang tak mau mengulurkan tangan ataupun sedikit bergerak untuk meringankan beban saudaranya.. lalu apa artinya satu nusa satu bangsa selama ini.. kalau tanpa di iringi satu saudara dan satu rasa.. yang ada hanyalah satu nusa satu bangsa satu bahasa tanpa satu rasa dan tanpa pandangbulu kalau mereka adalah saudara.....
it's not about word anymore.. it's about soul and feeling.... when the word can be sword...
Minggu, 19 Juni 2011
Kamis, 16 Juni 2011
SEBUAH RAHASIA..

tak terasa 1 tahun telah berlalu.......
denganmu pernah kulalui hari yang terlihat indah..
yaah.. meski hri itu tak berlangsung lama..
tanpamu aku merasa sepi.... bagai pertunjukan sulap tanpa penonton... kayak orang begok donk... itu kan terjadi taun lalu...
darimu ku ambil banyak pelajaran yang tak kan kutemukan tanpa kehadiranmu.... walaupun sempat menyakitkan beberapa waktu lalu....
disisimu aku berharap kau jadi yang terbaik untuk ku ... untuk sekarang dan sampai akhir ku menutup mata.... tapi itu hanya harapan... yang suatu saat bisa terwujud dan bisa juga kelam... sayangnya harapan itu kelam dan sulit timbul kembali...
olehmu hatiku sempat teriris tipis... bagai luka sayatan yang terkena percikan air jeruk.... huuuhh.... sungguh menyakitkan.... untungnya luka itu sembuh tak begitu lama.....
karenamu..... aq bisa lebih berhati hati dalam menentukan setiap lankahku....
itu yang kurasakan sekarang......
dan karnamu juga... skarang aq lebih bisa mengambil sisi baik dan buruk dari setiap apa yang ku alami.......
TRIMAKASIHH ... atas warna yang pernah kau lukiskan dalam hidupku.. akan kujaga agar tidak pudar di makan waktu...
bagai gerhana bulan d malam yg terang..... meski tidak berlangsung lama tetap akan terkenang..... bgitulah kisah yang pernah kau buat.......
........HAPPY BIRTH DAY EA....... semoga jadi yang terbaik.......
Minggu, 12 Juni 2011
LAGI LAGI LUTJU.....
Semua turut berduka ketika Pesawat Merpati jatuh di dekat Bandara Kaimana, Papua Barat (7/5). Kejadian nahas tersebut menewaskan 27 orang penumpang termasuk pilot pesawat tersebut. Namun meninggalkan pertanyaan yang gatal minta dijawab. Ternyata Pesawat Merpati yang jatuh tersebut adalah Pesawat jenis Xian MA-60 produksi Xi’an Aircraft Industrial Corporation di bawah China Aviation Industry Corporation I (AVIC I). Pesawat produksi tahun 2010 ini bahkan baru 2 (dua) bulan dioperasikan oleh Merpati.
MA-60
Meskipun Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama Merpati, Sardjono Johnny Tjitrokusumo menyatakan pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 bernomor seri 2807 yang jatuh di Perairan Kaimana, Papua Barat pada Sabtu (7/5), laik mengudara. Mereka turut dibela oleh Menhub Freddy Numberi yang mengatakan keputusan pembelian pesawat MA-60 buatan China dilakukan setelah melakukan perbandingan persyaratan dengan produk sekelas, Foker buatan AS-Belanda dan CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia.
Itu dia! CN 235. Indonesia PUNYA pesawat sendiri koq membeli ke negara lain?
Padahal Merpati pernah menggunakan 15 unit CN-235 masa pertengahan 1980-an. Semua tahu pembelian pesawat terbang buatan Cina ini pernah ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla pada waktu itu karena MA-60 belum memiliki sertifikat kelaikan terbang yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan FAA. Bandingkan dengan CN 235 yang memiliki sertifikasi eropa dan diakui FAA.
Mau tahu salah satu aturan FAA. Pabrikan harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu “take-off”, terbang dan “landing” sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.
CN-235
Sebagai gambaran pesawat buatan Rusia yang diadopsi MA-60 memiliki angka kecelakaan 7 kali, dalam sejuta penerbangan yang dilakukan. Sementara pesawat buatan barat, termasuk CN 235, memiliki angka kecelakaan 0,7 banding sejuta penerbangan. Ini berarti sepersepuluhnya.
Lihat pula yang dilakukan Boeing dalam peristiwa kecelakaan Adam Air di Majene 2008 silam. Boeing langsung memerintahkan pesawat sejenis diseluruh dunia dihentikan pengoperasiannya hingga ditemukannya penyebab. Tidak demikian halnya dengan MA 60, belasan Merpati MA-60 lainnya masih terus beroperasi.
Slogan CINTAILAH PRODUKSI DALAM NEGERI ternyata omong kosong belaka. Tambah konyol ketika kita tidak pernah percaya terhadap kemampuan negara sendiri bahkan untuk memberi peluangpun tidak. Cek negara tetangga Malaysia yang mewajibkan Pejabat Negara menggunakan mobil buatan dalam negeri mereka.
Padahal tak kurang dari 21 negara yang telah menggunakan CN 235 versi militer. CATAT! Negara lain mempercayai CN 235 untuk menjaga kedaulatan negara mereka. Mereka berikut ini :
* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100)
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 SW /ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)
* Australia, Singapura dan Malaysia pun sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.
Lalu mengapa kita tidak percaya dan Merpati Indonesia malah membeli 15 unit pesawat Xi’an MA -60 tahun 2005 BUATAN CINA dengan harga Us$234 juta untuk mengganti armada pesawat jenis Fokker dan CN-235 BUATAN INDONESIA yang sudah menua.
Tidak melulu buatan Cina tidak baik. Tapi coba pertanyakan alasan kita membeli Sepeda Motor Cina, Handphone Cina, TV Cina dan sekarang Pesawat buatan Cina kalau tidak karena harganya yang murah!
SUNGGUH KONYOL!
Share8
MA-60
Meskipun Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay dan Direktur Utama Merpati, Sardjono Johnny Tjitrokusumo menyatakan pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 bernomor seri 2807 yang jatuh di Perairan Kaimana, Papua Barat pada Sabtu (7/5), laik mengudara. Mereka turut dibela oleh Menhub Freddy Numberi yang mengatakan keputusan pembelian pesawat MA-60 buatan China dilakukan setelah melakukan perbandingan persyaratan dengan produk sekelas, Foker buatan AS-Belanda dan CN 235 buatan PT Dirgantara Indonesia.
Itu dia! CN 235. Indonesia PUNYA pesawat sendiri koq membeli ke negara lain?
Padahal Merpati pernah menggunakan 15 unit CN-235 masa pertengahan 1980-an. Semua tahu pembelian pesawat terbang buatan Cina ini pernah ditentang Wakil Presiden Jusuf Kalla pada waktu itu karena MA-60 belum memiliki sertifikat kelaikan terbang yang diterbitkan oleh otoritas penerbangan FAA. Bandingkan dengan CN 235 yang memiliki sertifikasi eropa dan diakui FAA.
Mau tahu salah satu aturan FAA. Pabrikan harus memberi jaminan kualitas bahwa tiap produknya harus mampu “take-off”, terbang dan “landing” sebanyak 100.000 kali tanpa ada gerakan yang akumulasinya bisa membuat sebuah pesawat berubah konstruksinya dan membahayakan keselamatan.
CN-235
Sebagai gambaran pesawat buatan Rusia yang diadopsi MA-60 memiliki angka kecelakaan 7 kali, dalam sejuta penerbangan yang dilakukan. Sementara pesawat buatan barat, termasuk CN 235, memiliki angka kecelakaan 0,7 banding sejuta penerbangan. Ini berarti sepersepuluhnya.
Lihat pula yang dilakukan Boeing dalam peristiwa kecelakaan Adam Air di Majene 2008 silam. Boeing langsung memerintahkan pesawat sejenis diseluruh dunia dihentikan pengoperasiannya hingga ditemukannya penyebab. Tidak demikian halnya dengan MA 60, belasan Merpati MA-60 lainnya masih terus beroperasi.
Slogan CINTAILAH PRODUKSI DALAM NEGERI ternyata omong kosong belaka. Tambah konyol ketika kita tidak pernah percaya terhadap kemampuan negara sendiri bahkan untuk memberi peluangpun tidak. Cek negara tetangga Malaysia yang mewajibkan Pejabat Negara menggunakan mobil buatan dalam negeri mereka.
Padahal tak kurang dari 21 negara yang telah menggunakan CN 235 versi militer. CATAT! Negara lain mempercayai CN 235 untuk menjaga kedaulatan negara mereka. Mereka berikut ini :
* Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
* Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
* Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
* Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
* Botswana: Angkatan Udara Botswana
* Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
* Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100)
* Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
* Gabon: Angkatan Udara Gabon
* Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
* Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
* Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
* Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
* Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
* Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
* Panama: Angkatan Udara Panama
* Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
* Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
* Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
* Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 SW /ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
* Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)
* Australia, Singapura dan Malaysia pun sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.
Lalu mengapa kita tidak percaya dan Merpati Indonesia malah membeli 15 unit pesawat Xi’an MA -60 tahun 2005 BUATAN CINA dengan harga Us$234 juta untuk mengganti armada pesawat jenis Fokker dan CN-235 BUATAN INDONESIA yang sudah menua.
Tidak melulu buatan Cina tidak baik. Tapi coba pertanyakan alasan kita membeli Sepeda Motor Cina, Handphone Cina, TV Cina dan sekarang Pesawat buatan Cina kalau tidak karena harganya yang murah!
SUNGGUH KONYOL!
Share8
LUCUNYA NEGRIKU
Saya sedih melihat bangsa saya.
Bukan kemarahan lagi yang ada. Masa-masa itu sudah lewat. Sudah lebih dari dua tahun yang lalu sejak terakhir kali saya marah sama bangsa saya sendiri. Sekarang saya malah sedih.
Terlalu banyak keanehan dan kelucuan yang bikin air mata ini jatuh setetes demi setetes. Ironi memang, humor yang ternyata membawa tangis.
Bukan. Saya bukan sedang berbicara tentang (Bukan)-Empat Mata atau Opera Van Java. Saya berbicara tentang pelawak-pelawak yang sedang berdiri di kursi-kursi tertinggi negara kita. Saya berbicara tentang penonton-penonton yang terkadang juga melucu dari kursi panas mereka masing-masing. Saya juga berbicara tentang para pekerja di balik layar yang ternyata sama-sama menggemaskannya.
Penutupan beberapa Gereja, penurunan patung Budha, cerita tentang seorang bapak yang tidak mau turun dari tempat duduknya, juga seorang bapak yang ternyata berpikir lebih-baik-menonton-porno-saat-rapat-daripada-ketahuan-tidur di gedung lama, dan cerita tentang seorang bapak yang lain yang berkata bahwa gedung baru hanya boleh didiskusikan oleh orang-orang pintar hanyalah sedikit dari beberapa kisah lucu yang membawa air mata saya mengalir.
Oh, tentang Briptu Norman Kamaru, saya memuji kreatifitasnya.
Saya masih ingat jelas kejadian tahun 1998 dimana banyak sekali teman-teman saya yang ikut melakukan penjarahan dan pembakaran rumah-rumah dan toko-toko di beberapa kota besar di Indonesia. Kejadian itu sekilas terlihat menarik untuk di kenang setelah sekarang ternyata lebih banyak hal yang lebih "lucu" dari itu. Ya, satu kebanggaan tersendiri buat saya karena ternyata semakin lama bangsa kita malah menjadi semakin lucu.
Entah mau jadi apa bangsa kita. Entah mau di bawa kemana rakyat-rakyat kita. Entah siapa lagi yang akan memimpin bangsa kita. Entah hal lucu apa lagi yang bakal ada di depan sana. Entah lah.
Mungkin memang lebih baik kalau Tukul saja yang menjadi pemimpin bangsa ini. Mungkin dia juga perlu didukung oleh menteri-menteri yang lucu yang berasal dari Grup Srimulat atau Opera Van Java. Mungkin negara kita bisa lebih bahagia, lebih ceria, dan lebih banyak tawa. Yah, setidaknya kelucuan-kelucuan mereka tidak sampai membuat air mata saya mengalir.
Saya sedih melihat bangsa saya. Bukan karena dia menyakiti saya. Karena dia menggelitik saya.
Kapankah kita bisa belajar untuk bisa serius dan lebih dewasa terhadap semua masalah dan keadaan yang ada?
Bangun, Indonesia! Keluar dari semua kelucuan di dunia mimpimu! AYO MAJU!
Bukan kemarahan lagi yang ada. Masa-masa itu sudah lewat. Sudah lebih dari dua tahun yang lalu sejak terakhir kali saya marah sama bangsa saya sendiri. Sekarang saya malah sedih.
Terlalu banyak keanehan dan kelucuan yang bikin air mata ini jatuh setetes demi setetes. Ironi memang, humor yang ternyata membawa tangis.
Bukan. Saya bukan sedang berbicara tentang (Bukan)-Empat Mata atau Opera Van Java. Saya berbicara tentang pelawak-pelawak yang sedang berdiri di kursi-kursi tertinggi negara kita. Saya berbicara tentang penonton-penonton yang terkadang juga melucu dari kursi panas mereka masing-masing. Saya juga berbicara tentang para pekerja di balik layar yang ternyata sama-sama menggemaskannya.
Penutupan beberapa Gereja, penurunan patung Budha, cerita tentang seorang bapak yang tidak mau turun dari tempat duduknya, juga seorang bapak yang ternyata berpikir lebih-baik-menonton-porno-saat-rapat-daripada-ketahuan-tidur di gedung lama, dan cerita tentang seorang bapak yang lain yang berkata bahwa gedung baru hanya boleh didiskusikan oleh orang-orang pintar hanyalah sedikit dari beberapa kisah lucu yang membawa air mata saya mengalir.
Oh, tentang Briptu Norman Kamaru, saya memuji kreatifitasnya.
Saya masih ingat jelas kejadian tahun 1998 dimana banyak sekali teman-teman saya yang ikut melakukan penjarahan dan pembakaran rumah-rumah dan toko-toko di beberapa kota besar di Indonesia. Kejadian itu sekilas terlihat menarik untuk di kenang setelah sekarang ternyata lebih banyak hal yang lebih "lucu" dari itu. Ya, satu kebanggaan tersendiri buat saya karena ternyata semakin lama bangsa kita malah menjadi semakin lucu.
Entah mau jadi apa bangsa kita. Entah mau di bawa kemana rakyat-rakyat kita. Entah siapa lagi yang akan memimpin bangsa kita. Entah hal lucu apa lagi yang bakal ada di depan sana. Entah lah.
Mungkin memang lebih baik kalau Tukul saja yang menjadi pemimpin bangsa ini. Mungkin dia juga perlu didukung oleh menteri-menteri yang lucu yang berasal dari Grup Srimulat atau Opera Van Java. Mungkin negara kita bisa lebih bahagia, lebih ceria, dan lebih banyak tawa. Yah, setidaknya kelucuan-kelucuan mereka tidak sampai membuat air mata saya mengalir.
Saya sedih melihat bangsa saya. Bukan karena dia menyakiti saya. Karena dia menggelitik saya.
Kapankah kita bisa belajar untuk bisa serius dan lebih dewasa terhadap semua masalah dan keadaan yang ada?
Bangun, Indonesia! Keluar dari semua kelucuan di dunia mimpimu! AYO MAJU!
Kamis, 09 Juni 2011
NOT ETERNAL LIFE
pagi benderang karna mentari bersinar terang....
bumi seimbang karna ia terus berputar
semua orang memuja Allah maha besar........
janganlah kau kufur padanya dan jangan ingkar...
udara yang kau hirup dengan hidung tuk bernafas.....
mata tuk melihat kebesarn tanpa batas.............
mulut tuk bicara jangan kau kata tak pantas......
bila kau dapat cobaan jangan langsung memelas....
ku brlari ke atas bukit hijau yang tinggi.....
mengharap pengampunan hanya kepadamu robbi.....
berlumur dosa......
dengan segala kekilafan....ku benar bnar bersihkan hati...
bersihka hati bersihkan diri padamu robbi....robbii.... robbiiii...
hidupku hancur dalam dunya yang gelap....
gemerlap malam membuat iman tertidur lelap....
harta buatku sesat terjerumus dan khilap....
tanpa ku sadaar hidup hanyalah sekejap......
astaghfirullaahh......
astaghfirullaahh......
astaghfirullaahh......
bumi seimbang karna ia terus berputar
semua orang memuja Allah maha besar........
janganlah kau kufur padanya dan jangan ingkar...
udara yang kau hirup dengan hidung tuk bernafas.....
mata tuk melihat kebesarn tanpa batas.............
mulut tuk bicara jangan kau kata tak pantas......
bila kau dapat cobaan jangan langsung memelas....
ku brlari ke atas bukit hijau yang tinggi.....
mengharap pengampunan hanya kepadamu robbi.....
berlumur dosa......
dengan segala kekilafan....ku benar bnar bersihkan hati...
bersihka hati bersihkan diri padamu robbi....robbii.... robbiiii...
hidupku hancur dalam dunya yang gelap....
gemerlap malam membuat iman tertidur lelap....
harta buatku sesat terjerumus dan khilap....
tanpa ku sadaar hidup hanyalah sekejap......
astaghfirullaahh......
astaghfirullaahh......
astaghfirullaahh......
Langganan:
Postingan (Atom)